Jumat, 14 Desember 2012

Tugas Analisis Jurnal


Jurnal berjudul : Effect Of Motivational Psychology characteristics factors on teacher’s Classroom Action research performance (Pengaruh Faktor- faktor  karakteristik psikologi motivasional pada guru dalam pelaksanaan Penelitian tindakan kelas)


Suksunai D, Wiratchai N,Khemmani T (2010) Pengaruh Faktor- faktor  karakteristik psikologi motivasional pada guru dalam pelaksanaan Penelitian tindakan kelas.Penelitian ini bertujuan  Untuk menguji validitas Model Penelitian Tindakan Kelas kinerja yang dikembangkan  (Model CARP) yang berasal dari Model CANE, Untuk menyelidiki Efek  antar faktor-faktor dalam model CARP dan Untuk menyelidiki tingkat karakteristik motivasi psikologis guru (MPC): Tujuan komitmen, usaha mental, nilai tugas, emosi, dan keyakinan pribadi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pengambilan data tes (pilihan ganda) dan non tes (kuesioner). Hasil Penelitian menunjukkan Model penelitian tindakan kelas  yang dikembangkan yaitu model CARP valid untuk digunakan, Ada Efek yang signifikan  antar faktor – faktor karakteristik motivasi psikologi.Tingkat karakteristik motivasi psikologi guru (MPC) tinggi.

Kamis, 13 Desember 2012

Research And Development (R & D)


Penelitian dan Pengembangan (R & D)
Tujuan utama karya R & D tidak untuk merumuskan atau menguji teori tetapi untuk mengembangkan produk-produk  efektif untuk digunakan di sekolah. Produk yang dihasilkan oleh karya R & D meliputi materi pelatihan guru, materi pembelajaran, seperangkat tujuan pembelajaran, media pembelajaran, dan sistem manajemen. Karya R & D pada umumnya sangat luas cakupannya dilihat dari aspek tujuan, personil, dan waktu yang dibutuhkan. Produk itu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan khusus dan sesuai dengan spesifikasi yang rinci. Ketika R & D sudah selesai, produk tersebut telah teruji di lapangan dan diperbarui sampai tercapai keefektifan yang sudah dirancang sebelumnya. Meskipun proses R & D membutuhkan biaya yang tinggi, R & D menghasilkan produk kualitas yang didesain untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Pendidik dan Tenaga Kependidikan di sekolah yang merupakan pengguna produk R & D mungkin sebagai pihak yang pertama kali benar2 mengetahui manfaat penelitian pendidikan.
Penelitian Tindakan
Tujuan penelitian tindakan adalah memecahkan masalah-masalah di kelas melalui penerapan metode ilmiah. Penelitian tindakan terkait dengan masalah lokal dan dilaksanakan ditempat dan waktu tertentu. Hasil penelitian tindakan tidak dapat digeneralisasi untuk tempat dan waktu yang berbeda dan tidak memiliki ciri yang sama dengan kategori penelitian yang lain. Tujuan utama penelitian tindakan adalah pemecahan masalah tertentu, bukan untuk memberikan kontribusi untuk pengembangan ilmu. Apakah penelitian dilakukan di satu kelas atau banyak kelas, peran guru dalam proses itu sangat besar. Semakin banyak pelatihan penelitian yang diikuti oleh guru, semakin banyak penelitian yang menghasilkan temuan yang valid meskipun tidak bisa digeneralisasikan.
Manfaat penelitian tindakan tidak terbatas pada orang yang melaksanakan penelitian tersebut. Meskipun ada kelemahan-kelemahannya, penelitian tindakan bisa mencerminkan pendekatan ilmiah untuk pemecahan masalah yang dianggap lebih baik dari pada perubahan yang didasarkan atas dugaan keefektifan melalui prosedur yang blm diujicobakan dan sangat lebih baik dari pada tidak ada perubahan sama sekali. Peneli alat yang digunakan oleh personil sekolah bisa berusaha memperbaiki proses pendidikan paling tidak di lingkungannya sendiri. Tentu saja nilai penelitian tindakan terhadap kemajuan penelitian ilmiah yang benar terbatas. Kemajuan yang benar membutuhkan pengembangan teori-teori yang terpercaya yang memiliki implikasi terhadap banyak kelas bkn hanya satu atau 2 kelas. Suatu teori yang terpercaya memiliki 10 prinsip pembelajaran mungkin mengurangi kebutuhan terhadap ratusan studi penelitian tindakan yang akan datang. Karena keberadaan teori pendidikan sekarang ini, maka penelitian tindakan memberikan jawaban langsung terhadap masalah yang tidak mungkin menunggu solusi-solusi teoritik.
KLASIFIKASI PENELITIAN MENURUT METODENYA
Meskipun kadang-kadang ada tingkat overlap (tumpang tindih) kebanyakan studi penelitian mewakili sebuah metode atau strategi yang langsung bisa diidentifikasi. Semua studi memiliki prosedur tertentu secara umum–pernyataan sebuah masalah, pengumpulan data, analisis data dan penarikan simpulan. Akan tetapi sejauh ini, prosedur spesifik untuk sebuah tingkat tinggi ditentukan oleh metode penelitian. Setiap metode didesain untuk menjawab tipe pertanyaan yang berbeda. Pengetahuan berbagai metode dan prosedur yang masing-masing terkait, penting baik untuk peneliti maupun untuk pemakai penelitian. Bahkan dengan menggunakan metode sebagai kriteria, ada beberapa cara dimana penelitian dikalisifikasikan misalnya eksperimental vs noneksperimental, atau sejarah vs deskriptif vs eksperimental. Akan tetapi kalisifikasi ini cenderung mengumpulkan studi-studi terkait dengan strategi penelitian yang sangat berbeda. Sebuah skema klasifikasi yang muncul menjadi sangat efisien untuk mengurangi kategori dan memperbanyak perbedaan, menempatkan semua studi penelitian ke dalam satu dari 5 kategori: sejarah, deskriptif, korelasi, kausal- komparatif, atau eksperimental. Tujuan penjelasan berikut ini adalah untuk memberikan saudara sebuah ringkasan sehingga paling tidak sadari akan mampu membaca sebuah laporan penelitian dan berdasarkan prosedurnya, bisa menentukan manakah dari 5 metode yang mewakilinya. Kompetensi ini yang akan membantu saudara dalam mereview literatur untuk masalah yang saudara pilih dalam Bab 2. Metode penelitian akan dibahas selanjutnya pada Bab 6.
Penelitian Historik/Sejarah
Penelitian historik menyangkut mengkaji, memahami, dan menjelaskan peristiwa di masa lalu. Tujuan penelitian sejarah adalah untuk menghadirkan simpulan2 yang berkaitan dengan sebab, akibat, atau trend peristiwa masa lalu yang bisa membantu untuk menjelaskan peristiwa sekarang dan mengantisipasi masa yang akan datang. Sementara studi historik jarang dilakukan dari pada tipe penelitian yang lain, ada masalah-masalah dan isu-isu pendidikan khusus (seperti kebijakan penilaian) yang mungkin lebih baik dipahami dalam pandangan pengalaman masa lalu. Langkah-langkah yang terlibat dalam melakukan studi sejarah umumnya sama dengan tipe penelitian yang lain; sebuah studi sejarah seharusnya dipandu dengan sebuah hipotesis, seperti halnya studi eksprimental, jika tidak menurunkan “pemburuan harta karun” yang tak bertujuan.       
Berikut ini adalah contoh jenis studi penelitian sejarah:
1.      Faktor-faktor yang mengarahkan pada pengembangan dan pertumbuhan pengajaran kepribadian.
2.      Dampak-dampak keputusan MA PBB terhadap pendidikan Amerika.
3.      Trend2 terhadap pengajaran membaca, 1875-1975.
Penelitian Deskriptif
Berikut ini contoh2 pertanyaan tipikal yang investigasi oleh studi penelitian deskriptif:
1.      Bagaimana guru-guru kelas 2 memanfaatkan waktunya? Guru-guru kelas 2 akan diobservasi selama satu periode dan hasilnya mungkin akan dipresentasikan sebagai prosentase misalnya 60% waktunya digunakan mengajar, 20% bertanya atau menjawab pertanyaan, 10% melaksanakan disiplin administrasi, dan 10% melaksanakan tugas-tugas administrasi misalnya mengumpulkan uang susu.
2.      Bagaimana warga Yortown akan memberikan suara pada pemilihan presiden yang akan datang? Sebuah survey warga Yortown akan dilakukan (questioner atau interview), dan produknya mungkin akan disajikan dalam prosentase misalnya 70% menunjukkan mereka akan memberikan suara untuk Peter Pure, 20% untuk George Graft, dan 10% tidak memutuskan.
3.      Bagaimana para ortu merasakan hari-hari sekolah paruh waktu? Orang tua akan disurvey dan hasilnya mungkin akan disajikan dalam prosentase untuk setuju, menolak, atau tidak memutuskan. 
Penelitian Korelasi
Berikut ini contoh-contoh tipikal studi korelasi:
1.      Hubungan antara intelegensia dengan kreativitas. Skor atas uji intelegensia dan pada uji kreativitas akan diperoleh dari masing anggota kelompok yang ada. 2 kelompok skor akan dikorelasikan dan koefesien hasilnya akan menunjukkan tingkat keterkaitannya.
2.      Hubungan antara kecemasan dengan prestasi. Skor-skor pada skala kecemasan dan pada uji prestasi akan diperoleh dari masing-masing anggota kelompok. 2 kelompok skor akan dikorelasikan dan koefesien hasilnya akan menunjukkan tingkat keterkaitannya.
3.      Penggunaan tes bakat untuk memprediksikan kesuksesan di sebuah kursus aljabar. Skor-skor pada uji bakat aljabar akan dikorelasikan dengan kesuksesan akhir dalam aljabar karena diukur dengan skor ujian akhir, Misalnya. Jika koefesien hasilnya tinggi, maka uji bakat akan dianggap prediktor yang baik.
Penelitian Kausal-Komparatif dan Eksperimental
Berikut ini adalah contoh-contoh tipikal studi eksperimental:
1.      Keefektifan pengajaran terprogram dibandingkan dengan pengajaran tradisional atas ketrampilan berhitung. Variabel bebas atau sebab adalah jenis pengajaran (terprogram vs tradisional); variabel terikat atau akibat adalah ketrampilan berhitung. Dua kelompok (lebih dipilih terbentuk acak) akan dibuka pada dasarnya menjadi pengalaman yang sama, kecuali untuk metode pengajaran. Setelah beberapa waktu ketrampilan berhitung mereka akan dibandingkan.
2.      Akibat pengajaran kemauan sendiri pada konsep pribadi. Variabel bebas atau sebab adalah kemauan sendiri/belajar bebas (kemauan sendiri vs langkah guru); variabel terikat atau akibat adalah konsep pribadi. 2 kelompok (diambil secara acak) akan dibuka/dipilih secara jelas sebagai pengalaman yang sama, kecuali untuk langkah/laju pengajaran. Setelah beberapa waktu konsep-konsep pribadi mereka akan dibandingkan.
3.      Akibat penguatan positif atas sikap terhadap sekolah. Variabel bebas atau sebab adalah jenis penguatan (misalnya positif vs negative, atau positif vs tidak ada); variabel terikat atau akibat adalah sikap terhadap sekolah. 2 kelompok( dipilih secara acak) akan dibuka secara jelas menjadi pengalaman yang sama, kecuali untuk tipe penguatan yang diterima. Setelah beberapa waktu sikap mereka terhadap sekolah akan dibandingkan.
Berikut ini adalah contoh-contoh tipikal studi kausal-komparatif:
1.    Akibat kehadiran siswa TK pada prestasi di akhir kelas pertama. Variabel bebas atau sebab adalah kehadiran siswa TK (siswa TK yang dihadirkan atau yang tidak dihadirkan); variabel terikat atau akibat adalah prestasi di akhir kelas pertama. 2 kelompok yang diberi nilai pertama akan diidentifikasi–satu kelompok yang dating di TK dan satu kelompok yang tidak hadir. Prestasi-prestasi kelompok akan dibandingkan.
2.    Akibat memiliki ibu yang bekerja pada ketidakhadiran di sekolah. Variabel bebas atau sebab adalah status ibu ( ibu bekerja atau tidak); variabel terikat atau akibat adalah ketidakhadiran atau jumlah hari-hari absen/tidak hadir. 2 kelompok siswa akan diidentifikasi–satu kelompok yang memiliki ibu yang bekerja dengan satu kelompok yang ibunya tidak bekerja. ketidakhadiran 2 kelompok akan dibandingkan.
3.    Akibat jenis kelamin pada prestasi matematika. Variabel bebas atau sebab adalah jenis kelamin (laki2 vs perempuan); variabel terikat atau akibat adalah prestasi matematika. Prestasi laki2 akan dibandingkan dengan prestasi perempuan.
Petunjuk-Petunjuk Klasifikasi
Manakah dari 5 metode yang paling tepat untuk studi yang ada tergantung pada cara dimana masalah dibatasi. Masalah umum yang sama sering bisa diinvestigasi dengan menggunakan beberapa metode. Penelitian dalam wilayah yang ada sering runtut; deskriptif preliminer dan atau studi korelasi bisa dilakukan yang diikuti dengan Kausal-komparatif dan atau studi eksperimental, jika semacam itu kelihatannya terjamin. Sebagai contoh, marilah kita lihat kecemasan dengan prestasi. Studi-studi berikut ini mungkin bisa dilakukan:
1.    Deskriptif: sebuah survey guru untuk menentukan bagaimana dan pada tingkat apa mereka percaya kecemasan berakibat pada prestasi.
2.    Korelasi: sebuah studi untuk menentukan hubungan antara skor pada skala kecemasan dengan skor pada ukuran prestasi.
3.    Kausal-komparatif: sebuah studi untuk membandingkan prestasi sebuah kelompok siswa dikelompokkan yang memiliki kecemasan tinggi sama dengan kelompok yang memiliki kecemasan yang rendah.   
4.    Eksperimental: sebuah studi untuk membandingkan prestasi 2 kelompok–satu kelompok dibelajarkan dalam lingkungan yang menghasilkan kecemasan dengan satu kelompok yang dibelajarkan dalam lingkungan yang mengurangi kecemasan.
Berikut contoh-contoh seharusnya lebih jauh mengklarifikasikan perbedaan antar metode:
1.    Sikap guru terhadap persatuan. Mungkin deskriptif. Studi menentukan sikap guru sekarang. Data mungkin dikumpulkan melalui penggunaan questioner atau interview.
2.    Akibat status sosioekonomik (SES) pada konsep pribadi. Mungkin kausal-komparatif. Akibat SES pada konsep pribadi sdengan diteliti. Variabel bebas, status sosioekonomik, tidak bisa dimanipulasi.
3.    Perbandingan pengajaran kelompok besar vs kelompok kecil terhadap prestasi. Mungkin eksperimental. Akibat ukuran kelompok pada prestasi sdengan diteliti. Variabel bebas, ukuran kelompok, bisa dimanipulasi oleh peneliti.

An Introducing education Research


PENGANTAR PENELITIAN PENDIDIKAN
Kemampuan-kemampuan
Setelah membaca Bab I, kamu (anda) akan dapat :
1.     Mendaftar dan menjelaskan dengan ringkas langkah-langkah  pokok  yang terlibat dlm melakukan study riset.
2.     Memilih salah satu artikel dari terbitan baru  Jurnal Penelitian Pendidikan (the Journal of Educational Research) dan dari  jurnal Psikologi Pendidikan (the Jurnal of Educational Psychology).Untuk setiap artikel , Mengidentifikasi dan menyatakan:
a.     Masalah
b.     Prosedur
c.     Metode Analisis dan
d.     Kesimpulan Utama
(Catatan: 1945 bukan trbaru)
3.     Mendefinisikan dengan ringkas dan menyatakan karakteristik pokok,setiap metode dari  lima metode riset.
4.     Untuk setiap metode dari  lima metode riset, menjelaskan dengan ringkas  3 kemungkinan study riset.
Misalnya:
Experimental – Sebuah study untuk menentukan akibat tutorial sebaya pada ketramilan computer kelas 3.
METODE ILMIAH

Tujuan semua usaha-usaha  ilmiah adalah untuk menjelaskan, memprediksi dan atau mengontrol kejadian. Tujuan ini didasarkan atas asumsi bahwa semua perilaku dan peristiwa yang runtut dan merupakan akibat2 yang memiliki sebab2 yang bisa ditemukan. Kemajuan terhadap tujuan ini meliputi perolehan pengetahuan dan perkembangan dan pengetesan teori2. Keberadaan teori yang hidup sangat membantu kemajuan ilmiah dengan cara serempak menjelaskan banyak kejadian. Dibandingkan dengan sumber2 pengetahuan yg lain, seperti pengalaman, otoritas, penalaran induktif dan penalaran deduktif, aplikasi metode ilmiah tak diragukan lagi yg paling efisien dan reliabel. Beberapa masalah yg terkait dg pengalaman dan otoritas sebagai sumber2 pengetahuan secara grafis digambarkan dg sebuah cerita yg menceritakan tentang Aristoteles. Menurut cerita, suatu hari Aristoteles menangkap seekor lalat dan dg hati2 menghitung dan menghitung lg kaki2nya. Kemudian ia mengatakan bahwa lalat mempunyai 5 kaki. Tak seorangpun menanyakan apa yang dikatakan Aristoteles. Bertahun2 penemuannya diterima tanpa kritik. Tentu saja lalat yang ditangkap Arsitoteles kebetulan baru sj kehilangan sebuah kaki! Apakah anda percaya atau tidak cerita itu, ini menggambarkan batasan2 yg tergantung pd pengalaman dan otoritas pribadi sebagai sumber pengetahuan.
Baik Penalaran induktif  ataupun deduktif jg punya nilai terbatas jika digunakan secara khusus. Penalaran induktif menyangkut formulasi generalisasi2 yg didasarkan pd observasi jumlah yg terbatas pd peristiwa2 khusus.
Contohnya:             Setiap bahan bacaan riset yg diuji berisi bagian sampling.
Maka, semua bahan bacaan riset berisi bagian sampling.
Penalaran deduktif pd dasarnya menyangkut proses terbalik yg sampai pd kesimpulan khusus yg didasarkan pd generalisasi2.
Contohnya:          Semua bahan bacaan riset berisi bagian sampling.
Buku ini adalah sebuah bahan bacaan riset.
Maka, buku ini berisi sebuah bagian pd sampling. (Demikian?)
Meskipun keduanya bukan pendekatan yang memuaskan sama sekali, jika digunakan bersama-sama sebagai komponen integral metode ilmiah, keduanya sangat efektif. Pada dasarnya metode ilmiah menyangkut induksi hipotesis yg berdasarkan observasi, deduksi implikasi2 hipotesis, pengujian implikasi, dan konfirmasi atau diskonfirmasi hipotesis.
Metode ilmiah merupakan sebuah proses yg sgt runtut menyangkut langkah2 berurutan: rekognisi dan definisi masalah; formulasi hipotesis; pengumpulan data; analisis data; dan pernyataan kesimpulan2 yg berkaitan dg konfirmasi atau diskonfirmasi hipotesis. Langkah2 ini bisa diterapkan secara informal untuk pemecahan masalah sehari2 sebagai arah plg efisien yg diambil dr rumah dibawa ke pekerjaan atau ke sekolah, waktu terbaik membuka jendela di bank, atau jenis terbaik kalkulator elektronik utk berdagang. Penerapan metode ilmiah yg lbh formal utk pemecahan masalah2 adalah apa sj yg terkait dg riset.          


APLIKASI METODE ILMIAH DALAM PENDIDIKAN
Riset adalah aplikasi formal, sistematik dari metode ilmiah utk kajian masalah2; riset pendidikan adalah aplikasi formal, sistematik dari metode ilmiah utk study masalah2 pendidikan. Tujuan riset pendidikan mengikuti tujuan semua sains yaitu menjelaskan, memprediksi dan atau mengontrol fenomena pendidikan. Perbedaan utama antara riset pendidikan dg riset ilmiah yg lain adalah sifat fenomena yg dikaji. Mungkin lebih sulit menjelaskan, memprediksi dan mengontrol situasi yg menyangkut manusia dan jauh lbh kompleks dr pd semua organisme. Ada banyak variabel yg diketahui dan tdk diketahui yg dijalankan di suatu lingkungan pendidikan yang sgt sulit utk mengeneralisasikan atau mereplikasikan temuan2. Jenis2 kontrol kaku yg bisa dibangun dan dipertahankan dlm sebuah laboratorium biokimia sgt tdk mungkin dlm setting pendidikan. Observasi jg lbh sulit dlm riset pendidikan. Pengamat bisa subyektif dlm merekam perilaku dan orang yg diamati jg bs berperilaku tdk sama krn sdg diamati; reaksi kimia cenderung tdk disadari menjadi fakta yg sdg diamati! Pengukuran yg tepat jg lbh sulit dlm riset pendidikan. Kebanyakan pengukuran pasti tdk langsung; tdk ada ukuran2 yg bs diukur dg sebuah barometer utk mengukur intelegensia, prestasi, atau sikap. Perhatikan bahwa tujuan riset bkn utk membuat sebuah kasus yg terkait dg kepercayaan – yaitu utk apa kertas ada – atau untuk membuktikan sebuah titik. Riset adalah pertanyaan yg obyektif, tdk bias utk penemuan2 yg replikebel/diulangi lg.
             Mungkin tepatnya  kesulitan dan kompleksitas riset pendidikan menjadi semacam bidang garap yg menantang dan menyenangkan. Karena sebuah steretip popular yg menggambarkan peneilti2 sebagai orang2 laki tua yg berkacamata, berpunggung bungkuk yg tak pernah berhenti menambah bahan kimia ke dlm uji tabung, setiap hari ribuan laki2 dan wanita semua umur, ukuran dan bentuk melakukan riset pendidikan dlm berbagai setting. Setiap tahun jutaan dolar dihabiskan utk pertanyaan pengetahuan yg terkait dg proses belajar mengajar. Riset pendidikan telah menyumbangkan banyak temuan yg terkait dg prinsip2 perilaku, belajar dan retensi. Demikian jg, kontribusi penting tlh dilakukan terkait dg kurikulum, pengajaran, materi/bahan pengajaran, desain, pengukuran dan analsis. Baik riset kuantitaif maupun kualitatif meningkat. Ini disebabkan sebagian  peneliti dilatih lbh baik. Kenyataannya, banyak lulusan program pendidikan, di bidang2 yg berbeda seperti pendidikan jasmani, pendidikan seni, dan pendidikan bhs Inggris yg sekarang membutuhkan sebuah kursus riset utk semua pelajar.      
             Langkah2 yg ada dlm pelaksanaan riset mestinya tampak mirip karena langsung terkait dengan langkah2 metode ilmiah:
1.     Seleksi dan definisi masalah. Sebuah masalah adalah sebuah hipotesis atau pertanyaan yg terkait dg pendidikan yg mana bisa diuji atau dijawab melalui pengumpulan dan analisis data.
2.     Eksekusi prosedur riset. Prosedur sifatnya meliputi seleksi subyek2 dan seleksi atau pengembangan alat2 pengukuran. Desain study akan mendiktat besarnya prosedur2 khusus yg terkait dlm study.
3.     Analisis data. Analisis data biasanya menyangkut aplikasi tehnik2 sebuah statistik atau lebih. Data dianalisis dg cara membolehkan peneliti menguji hipotesis riset atau menjawab pertanyaan riset.
4.     Menarik dan menyatakan simpulan. Simpulan berdasarkan hasil analisis data. Simpulan dinyatakan atas dasar hipotesis atau pertanyaan orisinil/awal. Simpulan seharusnya menyatakan, misalnya, apakah hipotesis riset didukung atau tidak didukung.
Dlm laporan riset, contohnya sebuah artikel yang dipublikasikan dlm sebuah jurnal, langkah2 ini mestinya jelas nyata jika laporan ini ditulis. Masalah pd umumnya akan disajikan dlm pernyataan yg diawali dg frase “tujuan study ini adalah utk…..” dan “masalah tlh diuji hipotesisnya…..” Bagian prosedur sebuah laporan bisa sgt panjang dan terperinci/detil, tetapi ada langkah2 utama khusus yg bisa diidentifikasi contohnya jumlah karakteristik subyek (sampel), sebuah deskripsi alat2 pengukuran termasuk ketika dikelola (misalnya, apakah ada prites), dan sebuah deskripsi perlakuan grup, jika tepat. Tehnik analisis data biasanya mudah diidentifikasi; mereka pd umumnya akan disajikan dlm pernyataan yg diantaranya frase seperti “data sdh di analisis dg menggunakan ….” atau “sebuah ……. tlh digunakan utk menganalisis data.” Simpulan biasanya ditandai semacam itu. Sementara mungkin banyak simpulan disajikan, minimal salah satu di antaranya hrs terkait langsung dg hipotesis atau pertanyaan awal. Pernyataan misalnya “Dpt disimpulkan bahwa lebih banyak riset dibutuhkan dlm bidang ini” adalah bagus tetapi tentu sj tdk mewakili simpulan utama dari kajian. Riset lbh banyak selalu dibutuhkan!
             Study2 riset bisa diklasifikasikan dlm beberapa cara. Dua pendekatan utama adalah mengklasifikasikan menurut tujuan dan menurut metode. Jika tujuan adalah kriteria klasifikasi, maka semua study riset masuk dlm slh satu 5 kategori: basic research, applied research, evaluation research, research and development (R&D), atau action research. Metode riset mengacu pd semua strategi yg terdapat dlm pengumpulan dan analisis data; strategi ini diacu/dirujuk sebagai desain riset. Bahkan dg menggunakan metode riset sbg kiteria bisa mengarah kpd beberapa skema klasifikasi yg berbeda. Meskipun ada 5 tipe, jenis atau metode riset yg berbeda: historis, deskriptif, korelasi, kausal komparatif dan eksperimental.